Langsung ke konten utama

Cerita Ganjil - Ustadz ditantang Duel 2 Praktisi Supranatural

Kisah seorang ustad yang ditantang oleh dua jawara... Boleh percaya, boleh juga tidak! Begini ceritanya.. Setelah menyelesaikan sholat ashar di musholah yang berukuran terbilang kecil ustad Yusup kembali ke rumahnya, baru saja digantungkan nya baju koko dan kopiah, terdengar ucapan salam dari arah teras  Padahal mushola umum berukuran kira kira hanya 2,5 m x 3 m , berlantai semen pelur, dan tersedia satu keran wudhu didepannya, ini masih bagian dari teras rumahnya yang tanpa pagar (Tamu) "Assalamualaikum... Assalamualaikum..." (ust) "Alaikumsalam.." beliau menjawab seraya bergegas berjalan kearah depan menggunakan sarung dan kaos singlet Tampak Dua orang laki-laki paruh baya berperawakan sedang hanya saja seorang memiliki warna kulit yang lebih gelap, berpakaian hitam dengan ikat pinggang besar dan celana yang mengatung hingga setengah betis memakai sendal jepit tradisional Dengan penuh rasa kerendahan hati sang ustad menunjukan senyum terbaik menyambut tamu yang t...

Cerita Ganjil - Ustadz ditantang Duel 2 Praktisi Supranatural

Kisah seorang ustad yang ditantang oleh dua jawara...


Er Galang Cerpen Misteri Kisah Ustad melawan Dua jawara


Boleh percaya, boleh juga tidak!

Begini ceritanya..


Setelah menyelesaikan sholat ashar di musholah yang berukuran terbilang kecil ustad Yusup kembali ke rumahnya, baru saja digantungkan nya baju koko dan kopiah, terdengar ucapan salam dari arah teras 

Padahal mushola umum berukuran kira kira hanya 2,5 m x 3 m , berlantai semen pelur, dan tersedia satu keran wudhu didepannya, ini masih bagian dari teras rumahnya yang tanpa pagar


(Tamu)

"Assalamualaikum... Assalamualaikum..."


(ust)

"Alaikumsalam.."


beliau menjawab seraya bergegas berjalan kearah depan menggunakan sarung dan kaos singlet


Tampak Dua orang laki-laki paruh baya berperawakan sedang hanya saja seorang memiliki warna kulit yang lebih gelap, berpakaian hitam dengan ikat pinggang besar dan celana yang mengatung hingga setengah betis memakai sendal jepit tradisional


Dengan penuh rasa kerendahan hati sang ustad menunjukan senyum terbaik menyambut tamu yang tak dikenal nya itu..


(ust)

"Ada apa ya Bapak-Bapak?

Ada yang bisa dibantu?" 


(Tamu)

"apa benar ini rumah ustad Yusup?"


(ust)

"Betul Pak, Kebetulan saya sendiri... Ya sudah silahkan duduk, saya ambil kan minum dulu.."


(tamu)

"wah tad, tidak usah repot-repot.."


(ust)

"Tidak apa-apa... Silahkan duduk dulu saya kebelakang sebentar saya buatkan kopi.. "


Selang beberapa menit berbasa-basi mengobrol, nada bicara seorang diantara mereka pun seolah mulai sedikit meninggi, dengan mata yang mulai memerah dari pada normal nya...


(tamu)

"tad! Kita kan orang daerah kulon nih... Selama satu minggu kedepan kita bakal melakukan pertunjukan kesenian tradisional daerah di lapangan balai desa.."


(Ust)

"Oh begitu, wah bakal ramai kayaknya nih.. bagus bagus.. Kalo begitu saya sama anak istri nanti pasti sempatkan ikut nonton Bapak-bapak.. "


dijawabnya dengan sumringah... menutupi dan pura-pura tidak merasa bahwa percakapan mulai tidak beres


(tamu) 

"Bukan! Bukan begitu tad! Kita dateng kesini mau minta izin!"


Jelas sudah keanehan bagi sang ustad, mengeluarkan kalimat 'meminta izin' tetapi dengan nada bicara yang tinggi

sedangkan rekannya, memasang senyum sinis pada wajah yang seakan meremehkan merendahkan orang lain dengan mata yang sudah memerah


(ust) 

"sebentar..sebentar Pak, mohon maaf saya agak bingung, tapi jika perihal meminta izin bukan ke saya, karena saya tidak mempunyai hak, tetapi kepada kepala desa, mungkin saya hanya bisa bantu mengantarkan Bapak-Bapak sekalian ke rumah beliau, kebetulan jaraknya tak jauh dari sini..."


(Tamu)

"Bukan!! Bukan!! Bukan itu!!... Sebelum kami bertanya kepada warga sekitar pun sudah tau, Ustad ini orang sakti! Kami bisa merasakan...ustad ini orang seperti apa!!! Jadi kita tidak mau saat pertunjukan nanti selama 7 malam kedepan ada yang ganggu!!! "


Rekan nya pun ikut menyambar pembicaraan dengan senyum sinis


(Tamu)

"Kita orang kesini mau menjajal Pak Ustad..!!!!"


Ustad Yusup memang cukup terkenal oleh warga sekitar terutama, sering sekali membantu menangani orang yang terkena penyakit yang tidak normal, yang tak kasat mata, teluh, santet, kesurupan, kerasukan dan semacamnya, yg ketika sipesakit kedokter akan mendapatkan diagnosa atau jawaban sehat-sehat saja


Ustad Yusup Tertegun sejenak, sambil menghela nafas... Dibakarnya sebatang rokok, dihisapnya dalam-dalam... Matanya tak memalingkan pandangan dari kedua orang tersebut yang berbicara seakan ngawur, bernada tinggi, bahkan membalikan gelas tanpa penutup apapun berisi kopi, tapi sungguh aneh! Jangan kan tumpah menetes pun tidak! Seolah mainan nya saja...


(ust)

"silakan mengadakan pertunjukan tradisional daerah, kalau izin kan dari kepala desa seperti yang saya sampaikan sebelumnya, seperti juga sudah memperoleh Izinnya, saya benar-benar tidak mengerti yg disampaikan, kenapa saya harus mengganggu Bapak-Bapak.."


Manusiawi, meski sedikit terkejut dan marah, namun ust yusup berusaha bersikap tenang terhadap kedua tamu nya tersebut...


(Tamu)

"Coba sekarang Pak Ust berdiri, bisa tidak..!!!"


kata si tamu yang sedang dan masih membolak-balikan gelas yang terisi kopi seduh namun memang aneh tak tumpah barang sedikit pun


Nampak raut ekspresi wajah ust yusup mulai menunjukkan rasa tidak senangnya, dan beliau sudah faham maksud semuanya, adakala orang-orang semacam ini atau berkecimpung dalam dunia yang condong ke magis bertandang hanya untuk unjuk gigi


Kemudian, diletakannya rokok pada asbak sambil dengan santai ust yusup pun berdiri dari dari tempat duduk menghampiri mereka yang masih dalam posisi duduk


(ust)

"Sekarang kalian berdua diri....!!!! Berdiri...!!!! Berdiriii!!!! Saya bilang berdiri sekarang juga...!!!!"  


menggelegar lantang suaranya, sambil menunjuk jari telunjuk kepada kedua orang tersebut, keanehan pun terjadi, jelas sekali muka yang sebelumnya garang dan galak berubah pucat! seolah tak berdaya meski bersusah payah, tidak seorang pun diantara mereka yang mampu mengangkat badan dari tempat duduknya , Dan...


"Prakkk...!!!! Praakkkk...!!!!! Prakkk...!!!! "


Ditamparnya bolak-balik wajah mereka sekuat tenaga oleh ust Yusup bahkan hingga beberapa kali, sambil mengutarakan kekesalan menggunakan bahasa logat yang juga sesekali terlontar dari kedua tamunya tersebut


Namun kekesalan yang diutarakan sambil bertindak kasar tersebut bertujuan memberi mereka pelajaran, dan mengingatkan mereka agar lebih baik memilih bersikap sewajarnya, tak berlebihan apalagi sampai sengaja menantang untuk mengadu ilmu


(Ust)

"Pergi,pergi.. Sudah sana kalian pergi.. "


nada bicara ust yusup yang sudah merendah mempersilakan mereka pergi sambil menepuk ringan kedua bahu mereka...


Dengan wajah pucat pasih, pipi memar memerah, mereka sudah sadar dan sekarang bisa berdiri dengan normal dari tempat duduknya...


Ust yusup yang kembali duduk dan menyulut sebatang rokok baru, hanya memberi isyarat mengibaskan tangan, agar mereka pergi...


Kedua laki-laki itu pun nampak membungkuk badan mencoba meraih tangan ust yusup dan hendak mencium nya namun ditolak tanpa sepatah kata pun.


Epilog 

Aneh bin janggal, Cerita ini saya peroleh dari sumber (Saksi) yang sebenarnya ada dilokasi (tepatnya didalam mushola pada waktu yang sama hanya saja tidak keluar beliau mendengar, mengikuti, dan melihat dari dalam jendela ruangan.

Menerka nerka, diantara hal aneh dan ganjil yang terjadi pada saat itu, kopi yang berarti belum lama diseduh, dibolak balikan gelas nya tanpa setetes pun kopi tersebut tumpah dari cangkirnya. 


Komentar